Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

PUHB? *shocked* :O

Halo semuaaaaa! :3

Mau cerita nih! Tapi ceritanya udah lama banget. Maklum, komputer ku rada-rada gabisa publish post. Ngeselin kan?!?!?!?!?! &@<!>$%!! (Nge-dumel mulu. -_-)

Oke langsung aja ya! :D Cekidot!


Suatu hari, di kelas 7c, sedang pelajaran kosong. Aku juga tidak tau kenapa guru kami tidak datang ke kelas. Yah, mungkin ada sedikit urusan. Dan hal itupun adalah suatu kebebasan dan ketentraman yang tak terhingga bagi anak-anak 7c. Ada yang lari-larian, ada yang lagi nge-gossip, ada yang ke kamar mandi, dan sebagainya.

Waktu itu, aku, Miranda dan Iqlima sedang membicarakan tentang nasi goreng buatan bude yang super-duper enak di kantin belakang. Tiba-tiba seorang guru piket masuk kelas dan membawa surat pengumuman. Saat surat itu dibagikan, perasaanku jadi tidak enak.  Mungkin tentang hal-hal bayaran atau apalah itu, pikirku.

Ternyata dugaanku salah. Saat surat itu melayang di wajahku dan aku membukanya, dunia pun terasa terhenti. Surat pengumuman yang terdiri dari 2 lembar itu adalah hal mengerikan yang pernah kubaca. Mungkin sebagai perbandingan, aku lebih baik membersihkan toilet belakang di rumahku daripada membaca surat itu. Saat selesai membacanya, aku merasa.. Yah, mungkin aku sedang bermimpi. Tapi, saat aku mencubit pipiku sendiri, ternyata ini bukan mimpi. Benar-benar bukan mimpi. Spontan, aku langsung mengernyitkan dahi dan berteriak:

“Gyaa! Jadwal PUHB!”

Gubrak.

Tapi sungguh, aku berani bersumpah, aku benar-benar tak berminat memikirkan jadwal menyeramkan itu.  Sekalipun hanya melihat, mungkin aku langsung berlari ke kamar mandi, muntah habis-habisan, dan turun 2 kg. Coba pikirkan, teman-teman SD ku mulai PUHB pada bulan Oktober! Kalau seperti itu, ini bukan dinamakan PUHB, melainkan Romusha.
Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan hanya pasrah. Aku tidak mau bahan tertawa teman-temanku karena remedial 10 pelajaran, begitu pikirku. Tapi, kuakui ada hal yang kusenangi dari berita tersebut. Ternyata, PUHB itu berlangsung 3 hari lagi. Syukurlah, Allah masih menyayangiku.

Saking tidak sudinya membaca jadwal itu berulang-ulang, akhirnya aku mengalih perhatian ke meja sebelahku.  
Miranda, yang daritadi diam seribu bahasa sambil menganga melihat jadwal sesat itu, tiba-tiba berteriak:  “Apaan, nih?! Belum apa-apa udah ulangan! Payah!”
Aku hanya terkekeh. Hidup terkadang memang tidak adil, Nak.

Iqlima pun memasang muka tak-punya-semangat-untuk-hidup. “Ah, nyebelin banget, sih! Nih sekolah nggak punya kerjaan lain apa selain ngasih PR sama ulangan?! Kejam! ”. Saat mendengar Iqlima mengatakan itu, hanya ada satu kata yang terlintas di pikiranku: Sangat.

Aku hanya menghela nafas saat melihat surat itu kembali. Mungkin, aku bisa membakar surat itu dan mengirim abunya ke Kepala Sekolah SMP Islam PB. Soedirman. Tapi hal seperti itu tidak mungkin terjadi, karena aku masih mempunyai akal sehat.

Tiba-tiba, saat semua murid 7c sedang merenungi nasib, ada satu hal mengerikan lagi muncul. Nah tebak, apakah hal mengerikan itu?
Tanpa disadari, guru yang saat jam itu seharusnya mengajar dan sama sekali tidak terlihat batang hidungnya sejak tadi, sudah masuk di kelas 7c dan berdeham.

Aku yang telah menyadari hal tersebut, langsung memasang muka jengkel dan memasukkan surat itu ke dalam tas. Sesuai kemauan pikiranku, sudah saatnya memasang peribahasa: “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”
 Ah, bukan, bukan. Dengan keadaanku yang sekarang, peribahasa tersebut lebih pantas di ganti: “Sudah jatuh, tertimpa pohon beringin pula.”



“Ah, capeknya hari ini!” teriakku sambil mendudukkan diri ke ranjang. Benar saja, setelah menerima surat sesat itu, dimarahi guru, tersandung 5 kali, pula. Siapa yang lama-lama tidak gila dengan kejadian seperti itu?
Setelah agak tenang karena shock dengan peristiwa hari ini, aku langsung mengeluarkan teman baik sekaligus senjata terampuhku saat aku bosan:  Komik. “Sungguh indahnya hidup ini!” gumamku saat sudah membaca beberapa komik dengan tenang dan damai.

Akupun mengambil satu komik lagi. Tiba-tiba, ibuku masuk ke kamarku dan membawa sesuatu yang tidak ingin kutemui. Aku hanya bisa berteriak dalam  hati, “Celaka, aku lupa keluarin jadwal!”
Ibu menatapku tajam—setajam pisau yang habis diasah, Dan aku pun menelan ludah. Sepertinya, sebentar lagi akan terjadi hal yang amat-sangat mengerikan.

“Apa ini?” tanya Ibuku seperti menginterogasi seorang maling yang habis mencuri iPad.
“Itu jadwal PUHB.”
Ibuku langsung mengernyitkan dahi. “Terus, kenapa nggak dikeluarin?”
Dengan perasaan tak bersalah, aku pun tersenyum simpul. “Lupa.”
Ibu menatapku tidak puas. “Kenapa bisa lupa? Ini kan penting sekali!.”
Penting apanya? Malah itu adalah hal pertama yang ingin kusingkirkan dari dunia ini, gumamku dalam hati.

“Kamu itu gimana, sih? Ntar kalau mau belajar pelajarannya, gimana?”
Suram.
“Terus, sekarang kamu bukannya belajar, malah baca komik!”
Lebih suram.
“Baca buku pelajaran, jangan baca komik! Komik itu nggak berguna!”
 Makin suram.
”Emang pas ulangan nanti, ditanyain tentang cerita di komik? Nggak, kan?”
Mendengar perkataan yang bisa diprinsipkan: “Nenek-nenek jungkir balik juga tau”, aku sedikit terkekeh. “Ya nggaklah, Ma..”.
“Makanya, sekarang mulai belajar! Mau dapet nilai bagus, nggak?”

Baiklah, kalau aku diberi 1 permintaan oleh jin dari Jawa yang lebih tepatnya di iklan rokok Djarum 76, yang kuinginkan adalah hanya keluar dari kamarku dengan selamat.
Setidaknya, jin tersebut tak ada di sini dan tak mengenalku. Koreksi, aku lupa minta username Twitter-nya kemarin.

Melihat aku yang seperti nenek-nenek kena stroke mendadak, Ibu hanya bisa menghela nafas.
“Baiklah,  silahkan belajar pelajaran yang kamu mau. Mama tak peduli seberapa lama kau belajar atau sebesar apa konsentrasimu menghafal kalimat-kalimat yang ada di buku pelajaranmu, yang mama hanya inginkan adalah.. BERHENTILAH MEMBACA KOMIK TAK BERGUNA ITU DAN AMBIL BUKU PELAJARANMU SEKARANG, DAN CEPAT! KALAU KAU TIDAK MENURUTI PERINTAH MAMA, MAMA AKAN SECEPATNYA PANGGIL DUKUN!”
Lho, lho? Apa itu? Pernyataan retoris tak berdefinisi? Atau pernyataan dari seorang psikiater yang sudah pensiun 10 tahun?

Saat Ibu mengetahui tampang kau-kerasukan-setan-apa muncul dari wajahku, dia langsung keluar dari kamarku tanpa sepatah katapun—Eh, belum patah, deng.
Secepatnya, aku langsung mengambil beberapa buku pelajaran dari laci dan menaruh komik ke rak. Aku tak mau seluruh dunia terbelah menjadi 15 bagian karena Ibuku.

Yah, karena aku tak mau—dan pastinya semua orang tak mau itu terjadi, aku memutuskan untuk membaca buku cetak PLKJ. Sebenarnya, Ibuku berharap sekarang aku sedang belajar MTK. Tapi sayangnya, hati kecilku menolak. Menyentuh bekas coret-coretan MTK ku saja, aku tak sudi—maksudku, tidak mau.
Setelah membaca beberapa bab, aku pun meletakkan buku itu dan tertidur.
Bagaimana caranya ya, dapat nilai ulangan bagus tanpa belajar? pikirku sebelum tenggelam dalam mimpi.

Senin, 26 Desember 2011

City Tour! XD

Hohoho, I'm back! Yuhuu~
Gimana, gimana? Dah pada kangen belom sama saya? *digeplak sama para pembaca*
Sebenarnya, saya ingin menceritakan kejadian yang terjadi pada minggu lalu (informal amat bahasanya -_-)
Pas tanggal 20 nopember, angkatan kelas VII pergi City Tour! :D
Sayangnya.. KENAPA TEMPATNYA GA MENARIK?!  #%@%^&!*&  <-- ngedumel sendiri
Benar saja, masa anak kelas VII City Tour-nya ke TMII sama ke Lubang Buaya? Kan ga lucu! (sapa yang ketawa emang?)
Kayak anak SD aja.. Emang jaman SD? (Yahelah, kayak elu gapernah SD aja -_-)
Tapi yasudahlah, toh gratis ini (matre!)
Yang paling menyakitkan..
KENAPA ANAK VII C BIS NYA DI PISAH COBA?! @#$!#$^&*">,+  <-- ngedumel lagi
Kan aku gabisa bareng2 Pipeh, Miranda, dll.. Sepi T_T
Mereka di bis 3, aku di bis 4.. City Tour macam apa! (sabar om, ntar darah tingginya kumat lagi)
Hiks.. Tapi gapapa, pas di luar bis kita juga bisa ketemu! Yeyy!
Ukh.. Yang paling bikin kesel, pembukaannya lama banget! Kayak Ir.Soekarno lagi pidato proklamasi aja deh!
(Tapi kayaknya, pembukaan City Tour yang ini lebih pantes kalo Moh.Hatta juga ikut pidato. Soalnya di kejadian yang bener, Moh.Hatta ga kebagian pidato, jadi cuma Ir.Soekarno aja. Kasian.. -_-)
Aku yang bener2 kelewat ngantuk, pidato yang berisi:
'City Tour ini berguna untuk menambah wawasan pendidikan siswa.'
Pas masuk kuping ku jadi:
'City Tour ini berguna untuk menambah kekejaman para siswa. Mau bakar TMII, kasih bom atom di Lubang Buaya, ngeracunin satpam, pokoknya terserah para siswa!'
(Kok kayaknya terlalu muluk untuk di baca, ya?)
Udah udara di Lapangan Bulutangkis panas banget, lagi! Coba kalo di pasang AC (Bisa-bisa bangkrut kali Sudirman!)
Abis ntu pidato pembukaan dah selesai (Alhamdu.. Lillah!), kita langsung naik ke bis masing-masing.
Karena aku lagi ga sama si Pipeh (hiks), jadi aku duduk sama Vero n' Sarah aja!
Di sepanjang perjalanan, aku kerjanya ngoceh~ mulu sama si Vero. Dan sesabar-sabarnya orang sabar itu ga kayak Vero, yang kekeuh dengerin aku ngoceh tanpa keluhan.
Bukan itu aja alasannya, soalnya hal aku yang aku ngoceh-in itu kesukaan dia juga. Yaitu..
HAL-HAL TENTANG SUPER JUNIOR! *plok plok plok*
WE ARE SUPER JUNII~OHH! (apaan si?)
*ehem* Kembali ke topik pembicaraan!
Terus.. AH! Sebentar!
Kayaknya tanganku dah mulai pegel, deh.
Ntar kulanjutin lagi ya, yang Part 2 nya! (kayak film aja)
Byebye! :*





Jumat, 19 Agustus 2011

Pengalaman di sekolah baru!

MOS gila! MOS nyebelin! MOS kejam! MOS sadis! Huwee.. (lho, lho? ada apa dgn anak ini? Hiyy.. menakutkan.. :p)
*ehem* MOS yg kualami emang gak seindah yg kubayangkan -_-
suram, tauk -_-
walopun dah punya dpt tmn dlm 1 hr, tp tetep aja gk asik!
gk ada yg kukenal di kelas itu -_-
jd yaa, terpaksa kenalan deh.. (ni anak otak nya kmana, sih?)
hari pertama, dah dpt 3 tmn
hari kedua, tetep 3 tmn (lho?)
hari ketiga, 3 tmn jg (hoh?)
hari keempat, baru dpt 2 tmn lg.. (Alhamdu.. Lillah!)
hari kelima.. au dah, gua lupa -_-
MOS nya sih gak kejem2 amat..
tp membosankan!
mnding MOS di LSK dah walopun sadis nya minta ampun -_-
kangen ma tmn2 jg..
pas hr senen berikutnya.. Wow! (apaan, sih?)
aku di kls 7c ! (yaelah, gitu aja bangga :p)
banyak tmn yg kukenal sih di situ..
cba tebak, masa dpn blakang gak pake dinding!
tp pake baja -_-
itu lho kyk gerbang yg suka muncul kalo toko tutup -_-
ya berisik lah!
pake kipas angin, pula -_-
adem, sih.. (yaiyalah, kan dkt jendela!)
tmn2nya sih baek..
tp ya gitu.. beda sm tmn2 yg ada d lsk..
gak gila.. gak kocak.. hho
jd alhasil di situ aku jd gk byk omong..
pdhl aku anaknya bawel (ngaku jg kau -_-)
makanya, sampe skrng aku tersiksa gak ada yg bs di aja kompromi!
ada, sih.. tp yaa gitulah..
aku lbh suka anak2 LSK
*hiks* jd kangen deh.. hhe
eh, dah dlu ya..
leherku dah mulai pegel, nih.. (apa hubungannya?)
byebye.. :D